rima irnawati

rima irnawati

Rabu, 29 April 2015

BAB V Sistem Peredaran Darah pada Manusia dan Hewan

Cairan darah sering diambil dan diuji untuk mengetahui penyakit seseorang.Darah diambil dan diletakkan dalam tabung reaksi.Jika cairan darah diputar dengan kecepatan tinggi kemudian didiamkan maka cairan darah terbagi menjadi dua bagian.Bagian atas berupa cairan bening kemerahan dan bagian bawah berupa endapan merah.Endapan merah tersebut sebenarnya adalah sel-sel darah dan cairan bening di atasnya adalah plasma darah.Apa saja yang terdapat dalam plasma darah? Apa penyusun sel darah? Apa fungsi darah bagi tubuh?

  1. A.     Peredaran Darah pada Manusia
Sistem peredaran darah pada manusia termasuk sistem peredaran darah tertutup.Artinya darah mengalir melalui pembuluh darah.Sistem peredarab darah pada manusia juga disebut sistem peredaran darah rangkap.Artinya, darah melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu edar yaitu saat darah beredar menuju ke paru-paru dan saat darah beredar menuju ke seluruh tubuh.Peredaran darah dari jantung menuju ke paru-paru dan kembali ke jantung disebut peredaran darah kecil.Sementara itu, saat darah beredar dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung disebut peredaran darah besar.
Sistem peredaran darah mempunyai fungsi sebagai berikut.
  1. Mengangkut zat makanan dan zat sisa hasil metabolisme.
  2. Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk dinetralkan.
  3. Mengangkut zat buangan dan substansi racun menuju ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh.
  4. Mendistribusikan hormone dari kelenjar dan organ yang memproduksinya ke sel-sel tubuh yang membutuhkan.
  5. Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.
  6. Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah.
  7. Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasi antibodi dan sel darah putih.
Sistem peredaran darah memiliki tiga komponen utama sebagai berikut.
  1. Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut zat makanan, udara, dan zat buangan.
  2. Jantung, berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh.
  3. Pembuluh darah, sebagai saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh.

  1. 1.      DARAH
Manusia rata-rata mempunyai enam liter darah atau sekitar 8% dari total berat badan manusia. Apabila contoh darah diambil kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu disentrifugasi maka tampak darah tersusun atas 55% plasma darah dan 45% sel-sel darah.
  1. a.      Plasma Darah
Plasma darah terdiri atas 90% air dan 10% sisanya zat-zat yang terlarut di dalamnya. Kandungan plasma darah beserta fungsinya dapat Anda cermati dalam tabel berikut.
No.Kandungan Plasma DarahFungsi
1.AirSebagai pelarut zat-zat lain.
2.Protein
  1. Albumin

  1. Globulin (alfa, beta, dan gamma)

  1. Fibrinogen
  2. Lisin
  3. Presipitin
  4. Antioksin
  5. Opimisin
 
Mempertahankan keseimbangan air dalam darah dan jaringan, dan mengatur volume darah.
Membantu transportasi lemak, vitamin, dan hormon untuk pertahanan tubuh (antibodi).
Berperan dalam proses penggumpalan darah.
Menghancurkan atau memecah antigen.
Mengendapkan antigen.
Menetralkan racun.
Memacu sifat fagositosif pada leukosit.
3.Garam-garam (ion-ion) seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, dan bikarbonat.Menyeimbangkan tekanan osmosis, mempertahankan pH (buffer), fungsi saraf dan otot, serta mengatur permeabilitas membran sel.
4.Nutrient (glukosa, asam amino, dan asam lemak)Digunakan oleh sel, makanan cadangan, atau diuraikan.
5.HormonMempengaruhi aktivitas organ yang dituju.
6.Karbon dioksidaHasil respirasi sel yang dibawa ke paru-paru untuk dibuang.
7.Sampah nitrogenHasil metabolisme yang diekskresikan ke ginjal.

  1. b.      Sel-sel Darah
Di dalam darah terdapat tiga macam sel darah sebagai berikut.
  1. 1.      Sel Darah Merah (Eritrosit)
Karakteristiknya yaitu:
a)      Eritrosit merupakan komponen utama sel darah yaitu sekitar 99%.
b)     Setiap mm3 darah pada seorang laki-laki mengandung +5 juta sel darah merah pada seorang perempuan +4 juta sel darah merah.
c)      Berbetuk bikonkaf, sehingga memiliki permukaan yang lebar.
d)     Tidak berinti, sehingga tidak dapat hidup lama.
e)      Berwarna merah, karena mengandung hemoglobin. Hemoglobin yaitu molekul kompleks dari protein dan molekul besi hemin. Hemoglobin berperan mengikat oksigen dan karbon dioksida. Peristiwa ini terjadi di paru-paru dengan reaksi sebagai berikut.
H2 + O2à HbO2 (oksihemoglobin)
Setelah sampai di sel-sel tubuh terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb.
HbO2à Hb2 + O2
Selanjutnya terjadi pengikatan O2 oleh Hb dalam bentuk karboksihemoglobin.
Hb + CO2à HbCO2 (karboksihemoglobin)
f)       Saat dalam rahim ibu, eritrosit dibentuk dalam hati dan limpa. Setelah dilahirkan, eritrosit dibentuk di sumsum tulang, misal di tulang dada, tulang lengan atas, tulang kaki atas, dan tulang pinggul.
g)      Umur eritrosit sekitar 120 hari. Setelah mati akan dirombak dalam hati menjadi bilirubin dan biliverdin (zat warna empedu). Zat besi hasil perombakan tersebut lalu dikirim ke hati dan limpa untuk digunakan membentuk eritrosit baru.

  1. 2.      Sel Darah Putih (Leukosit)
Karakteristiknya yaitu:
  1. Berinti sel sehingga dapat bertahan hidup berbulan-bulan.
  2. Tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah.
  3. Ukurannya lebih besar daripada eritrosit.
  4. Dibentuk di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah bening atau kelenjar limfe.
Sel darah putih berdasarkan karakteristik sitoplasmanya dapat dibagi dua.
  1. Granulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula. Granulosit terdiri atas neutrofil, esinofil, dan basofil.
    1. Neutrofil merupakan leukosit yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat netral (merah kebiruan). Neutrofil ini merupakan komponen terbesar dalam sel darah putih yang berfungsi memakan kuman penyakit, contoh bakteri. Jika terjadi infeksi karena bakteri, jumlah neutrofil akan meningkat. Keadaan ini disebut leukositosis.
    2. Eosinofil merupakan leukosit yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat asam (merah). Jumlahnya dalam leukosit sekitar 2%. Fungsinya untuk mengatasi jenis-jenis penyakit karena alergi.
    3. Basofil merupakan leukosit yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat basa (biru). Basofil ini menghasilkan heparin yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.
    4. Agranulosit merupakan kelompok leukosit yang sitoplasmanya tidak bergranula. Kelompok sel ini meliputi limfosit dan monosit. Limfosit tidak dapat bergerak dan berfungsi membentuk antibodi yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh. Sementara itu, monosit merupakan leukosit yang bergerak seperti Amoeba dan bersifat fagosit. Monosit ini diproduksi pada jaringan limfe.
Jenis-jenis Leukosit Granulosit dan Agranulosit
Leukosit
Keterangan
B
e
r
g
r
a
n
u
l
a
Basofil
  • Setiap mm3 darah mengandung 20-50 butir.
  • Plasma bersifat basa dan terdapat bintik-bintik biru yang mengandung histamin.
  • Bersifat fagosit.
Eosinofil
  • Tiap mm3 darah mengandung 100-400 butir.
  • Plasama bersifat asam dan terdapat bintik-bintik merah.
  • Bersifat fagosit.
Neutrofil
  • Tiap mm3 darah mengandung 3.000-7.000 butir.
  • Plasma bersifat netral dan terdapat bintik-bintik kebiru-biruan.
  • Bersifat fagosit.
Tidak
B
e
r
g
r
a
n
u
l
a
Limfosit
  • Tiap mm3 darah mengandung 1.500-3.000 butir.
  • Tidak dapat bergerak bebas dan dapat membentuk zat antibodi.
Monosit
  • Tiap mm3 darah mengandung 100-700 butir.
  • Dapat bergerak cepat.
  • Bersifat fagosit.
  • Dapat membesar dan berkembang menjadi makrofag (sel fagositik terbesar dan berumur panjang).

Secara umum, leukosit berfungsi sebagai berikut.
  1. Menghancurkan kuman penyakit dan zat asing secara fagositosis.
  2. Mengangkut lemak dan menghasilkan histamin (zat yang berperan dalam timbulnya alergi).
  3. Melumpuhkan kuman penyakit yang berada di luar daerah. Caranya dengan menembus keluar dinding pembuluh kapiler dan masuk ke dalam jaringan yang terserang zat asing tersebut. Kemampuan leukosit ini disebut diapedesis.
Di dalam tubuh, jumlah leukosit sekitar 7.000 sel per milliliter darah.Jumlahnya dapat meningkat danmenurun.Pada penderita kanker darah, meningkat sampai 50.000 sel setiap mililternya. Keadaaan ini dapat membahayakan tubuh karena dalam jumlah sangat besar leukosit akan memfagositosit eritrosit.
Jumlah leukosit dapat menurun karena terinfeksi kuman, misalnya tifus atau terkena radiasi yang kuat.Keadaan ini mengganggu pembuatan leukosit dan menurunkan tingkat kekebalan tubuh sehingga dapat dengan mudah terserang penyakit.

  1. 3.      Keping Darah (Trombosit)
Trombosit merupakan fragmen-fragmen besar sel yang disebut megakariosit. Karakteristiknya:
  1. Berukuran kecil, bentuknya tidak beraturan.
  2. Tidak berinti sehingga berumur pendek.
  3. Masa hidupnya + 10-12 hari.
  4. Dalam setiap mililiter darah terdapat trombosit sekitar 200.000-400.000 butir.

  1. c.       Golongan Darah
Seseorang dikatakan mengalami kekurangan darah ketika volume darahnya kurang dari normal.Kekurangan darah dapat disebabkan oleh penyakit atau karena luka.Dalam keadaan seperti ini perlu dilakukan transfusi darah.
Meskipun semua jenis darah tampaknya sama, tetapi kandungan proteinnya sangat beragam. Bila protein asing yang tidak sesuai masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan berusaha untuk membunuhnya dengan cara penggumpalan (aglutinasi). Protein asing tersebut dinamakan antigen atau aglutinogen.Adapun penyebab timbulnya zat penolak dinamakan antibodi atau aglutinin.Aglutinogen terdapat di dalam eritrosit, sedangkan aglutinini ada di plasma darah.
Pada tahun 1900 Karl Landsteiner seorang ahli imunologi menemukan perbedaan aglutinogen dan agglutinin yang terkandung dalam darah manusia.Atas dasar inilah Landsteiner memperkenalkan sistem penggolongan darah ABO yang membedakan darah ke dalam empat golongan sebagai berikut.
1)     Golongan Darah A
Bila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma darahnya mengandung aglutinin β (anti-B) maka orang tersebut bergolongan darah A.
2)     Golongan Darah B
Bila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen B, sedangkan plasma darahnya mengandung aglutinin α (anti-A) maka orang tersebut bergolongan darah B.
3)     Golongan Darah AB
Bila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A dan aglutinogen B, sedangkan plasma darahnya tidak mengandung aglutinin maka orang tersebut bergolongan darah AB.
4)     Golongan Darah O
Bila eritrosit seseorang tidak mengandung aglutinogen, sedangkan plasma darahnya mengandung aglutinogen α dan β maka orang tersebut bergolongan darah O.
Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin
A
B
AB
O
A
B
A dan B
β
α
Α dan β
Penggolongan darah ABO berperan dalam transfusi darah.Transfusi darah merupakan proses pemindahan darah dari tubuh seseorang ke dalam tubuh orang lain. Orang yang menerima darah disebut penerima (resipien).Adapun orang yang memberikan darahnya disebut pemberi atau donor.
Hal yang harus diperhatikan dalam transfusi darah yaitu jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien.Aglutinin memiliki kemampuan untuk menggumpalkan eritrosit. Jadi, bila darah donor tidak sesuai dengan resipien maka aglutinogen donor yang bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai antigen oleh tubuh. Agar Anda lebih memahami transfusi darah perhatikan tabel berikut!
Donor
Resipien
A
B
AB
O
A
B
AB
O
+
+
+
+
+
+
+
Keterangan: + = menggumpal dan – = tidak menggumpal
Seseorang dengan golongan darah O disebut donor universal karena dapat ditransfusikan kepada semua golongan darah (sistem ABO).Adapun golongan AB disebut sebagai resipien universal karena dapat menerima semua golongan darah (sistem ABO).Akan tetapi, pada praktiknya, hal tersebut jarang dilakukan karena kemungkinan adanya ketidakcocokan darah di luar sistem ABO.
Pada tahun 1940, Dr. Landsteiner menemukan bahwa golongan darah A juga dapat diberikan kepada kera Macaca rhesus. Namun 15% dari jumlah sampel yang mengalami penggumpalan tersebut tidak memiliki faktor Rh dalam darahnya.Darah yang demikian disebut dengan rhesus negatif (Rh).Adapun jika mengandung aglutinogen rhesus maka termasuk bergolongan darah rhesus positif (Rh+).
Sistem rhesus ini sangat penting diperhatikan oleh ibu hamil.Jika darah ibu tersebut Rh-, sedangkan bayi yang dikandungnya Rh+, dikhawatirkan ada antigen-Rh bayi yang masuk ke dalam darah ibu. Akibatnya, akan dibentuk anti-Rh dalam tubuh ibu. Kondisi ini akan membayakan anak yang dikandungnya. Pada kehamilan pertama, kemungkinan besar anak yang dilahirkan akan selamat karena belum banyak terbentuk anti-rh dalam tubuh ibu. Pada kehamila kedua dan seterusnya, risiko terjadi penggumpalan pada darah bayi semakin besar karena anti-rh yang terbentuk dalam tubuh si ibu semakin banyak.Keadaan tersebut dinamakan eritroblastosis fetalis.
  1. d.      Penyakit dan Gangguan yang Berhubungan dengan Darah
  2. 1.      Anemia
Anemia merupakan penyakit kekurangan kadar hemoglobin, Fe, dan eritrosit di dalam tubuh. Gejalanya muka pucat, lesu, sakit kepala, dan gangguan menstruasi.Anemia disebabkan oleh beberapa faktor berikut.
a)      Kehilangan banyak darah, missal karena pendarahan hebat, luka bakar, dan infeksi cacing tambang.
b)     Gangguan pembentukan darah, misal karena kekurangan vitamin dan zat-zat makanan tertentu.
c)      Ada gangguan dan kerusakan pada sumsum tulang sehingga pembentukan sel darah merah (eritrosit) terhambat.
d)     Penghancuran sel-sel darah merah yang terlalu cepat dan banyak, misal karena penyakit malaria.
  1. 2.      Leukemia
Leukemia merupakan kondisi produksi sel darah putih melebihi batas normal.Leukemia dapat terjadi karena adanya jaringan penghasil sel-sel darah tumbuh secara abnormal.Leukemia juga disebabkan oleh infeksi virus, terkena sinar radioaktif, zat-zat kimia, serta faktor keturunan (genesis).Gejala penyakit ini yaitu pucat, lesu, demam, dan pendarahan.
  1. 3.      Talasemia
Talasemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan produksi hemoglobin dan eritrosit.Talasemia merupakan penyakit keturunan. Gejalanya antara lain anemia, pembesaran limfa, bentuk tulang abnormal, dan gangguan pertumbuhan.
  1. 4.      Sickle Cell
Sickle cell merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah menyerupai bulansabit.Sel darah merah yang berbentuk bulan sabit tersebut mudah saling tindih dalam pembuluh darah.Akibatnya, sel darah tersebut menyumbat pembuluh darah dan terjadi hemolysis (pecah).Selain itu, sel darah merah dengan bentuk bulan sabit memiliki daya ikat yang lemah terhadap oksigen.
  1. 5.      Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorangg sukar membeku. Bila penderita hemophilia terluka, darahnya akan membeku sekitar 50 menit sampai dua jam. Hal ini mengakibatkan penderita mengalami kehilangan banyak darah dan dapat mengakibatkan kematian.

  1. 2.      JANTUNG
  2. a.      Struktur Jantung
Jantung merupakan organ yang sangat penting pada proses peredaran darah. Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri.Secara struktur, dinding atrium lebih tipis daripada dinding ventrikel.Adapun dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikelkanan.Hal ini karena ventrikel kiri memerlukan kekuatan yang lebih besar untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yaitu septum atrioreum.Sementara itu, ventrikel kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yaitu septum interventrikularis.Saat embrio sekat atrium belum tertutup, sehingga pada sekat ini terdapat lubang yang dinamakan foramen ovale.Adapun sekat pemisah antara atrium dan ventrikel dinamakan septum atrioventrikularis.
Selain sekat, jantung juga memiliki katup yang disebut valvula.Katup jantung yang berada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan disebut trikuspidalis.Katup antara atrium kiri dan ventrikel kiri dinamakan valvula bikuspidalis.Katup-katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah dalam ventrikel tidak kembali lagi ke atrium.Selain itu pada jantung, di aorta juga terdapat katup yang disebut vulva semilunaris.Valvula semilunaris berfungsi mencegah darah yang menuju ke paru-paru tidak kembali ke jantung.
Otot jantung (miokardium) memiliki struktur seperi otot lurik tetapi bercabang-cabang.Otot jantung ini disarafi oleh saraf tidak sadar.Saraf tersebut menempel di jantung bagian tengah, di antara dua bilik sebagai berkas yang menyebar.Berkas saraf ini disebut berkas His.
Saat melakukan fungsinya, jantung berdenyut dengan siklus kontraksi-relaksasi.Periode relaksasi yaitu atrium menguncup dan ventrikel mengembang (relaksasi).Kondisi ini disebut diastol.Adapun periode kontraksi disebut sistol, terjadi saat otot ventrikel berkontraksi (ventrikel menguncup) dan darah terdorong keluar.Pada umumnya, orang dewasa yang normal memiliki tekanan sistol kurang lebih 120 mmHg dan tekanan diastol kurang lebih 80 mmHg.Tekanan darah ini dapat diketahui menggunakan alat tensimeter atau sphigmomanometer.
  1. b.      Penyakit dan Gangguan pada Jantung
    1. 1.      Jantung Koroner
Penyakit ini disebabkan adanya penyumbatan pada arteri kecil di dinding jantung yang terjadi karena penebalan dinding jantung sebelah dalam.Akibatnya, aliran darah menjadi kurang lancar.Bila tidak segera diatasi, penyumbatan ini dapat mengakibatkan sel-sel otot jantung mengalami kematian sehingga terjadi gangguan dalam kontraksi otot jantung.
Gangguan kontraksi jantung dapat menghambat pemompamaan darah. Orang-orang yang rentan terhadap penyakit jantung coroner yaitu perokok, orang yang mengonsumsi lemak berlebihan, dan orang-orang usia lanjut.
  1. 2.      Gagal Jantung
Gagal jantung atau heart failure merupakan penyakit jantung yang paling menakutkan.Biasanya jantung penderita berdetak tidak normal atau tidak berdetak sebagaimana mestinya.
  1. Perikarditis
Perikarditis adalah penyakit radang pada lapisan jantung (perikardium) yang disebabkan olehinfeksi.Namun gangguan ini jarang terjadi.
  1. 4.      Irama Jantung Abnormal
Jantung secara normal berdetak 60-100 kali per menit (sekitar 100ribu/hari).Jantung yang berdetak tidak normal disebut aryhytmia atau dysrhythmia.Jantung yang berdetak lambat (di bawah 60 kali/menit) disebut bradyarrhythmia, sedangkan yang cepat (berdetak di atas 100 kali/menit) disebut tachyarhytmia.
  1. Heart Valve Disease
Penyakit ini merupakan gangguan jantung akibat rusaknya katup jantung.Katup jantung ini berfungsi sebagai pengatur aliran darah yang masuk searah menuju jantung.
  1. 6.      Cardiomyopathies
Gangguan otot jantung yang ditandai dengan adanya pembesaran atau pengecilan jantung secara tidak normal sehingga jantung menjadi kaku.Akibatnya jantung bisa melemah sehingga jantung memompa secara tidak normal.Tanpa penanganan lebih lanjut bisa berakibat gagal jantung atau jantung bisa berdetak tidak normal.
Penyakit jantung biasanya terjadi akibat gaya hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari yang tidak sesuai dengan kesehatan.
  1. 3.      PEMBULUH DARAH
  2. a.      Pembuluh Nadi (Arteri)
Istilah arteri biasanya digunakan untuk pembuluh darah yang aliran darahnya mengalir meninggalkan jantung.Arteri berfungsi membawa darah dari jantung.Dinding arteri terdiri atas tiga lapisan yaitu lapisan terdalam yang berupa sel-sel epitel yang disebut endotelium.Lapisan tengah terdir atas otot polos.Lapisan tengah ini berfungsi mengatur aliran darah dan tekanan darah.Sementara itu, lapisan terluar berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
Elastisitas arteri ini turut membantu mempertahankan tekanan darah.Arteri yang lebih kecil (arteriola) memiliki dinding berotot polos.Otot polos ini untuk menyesuaikan diameter pembuluh darah, yaitu dengan meningkatkan atau menurunkan aliran darah.Jadi, terkadang pembuluh darah tersebut membesar, kadang mengecil.
Arteri ada dua macam, pulmanori dan aorta.Arteri pulmanori berfungsi membawa darah kaya CO2 dari jantung menuju paru-paru.Aorta berfungsi membawa darah kaya O2 dari jantung ke seluruh tubuh.
Arteri bercabang-cabang hingga membentuk pembuluh yang diameternya lebih kecil.Pembuluh ini disebut arteriola.Arteriora bercabang-cabang lagi hingga membentuk saluran halus yang berhubungan langsung dengan jaringan.Salurah halus ini disebut kapiler.
  1. b.      Pembuluh Balik (Vena)
Istilah vena digunakan untuk pembuluh darah yang aliran darahnya mengalir kembali menujujantung.Vena berfungsi membawa darah menuju jantung. Ada tiga macam vena, yaitu vena kava superior yang berfungsi membawa darah kaya CO2 dari tubuh bagian atas, vena kava inferior yang berfungsi membawa darah kaya CO2 dari tubuh bagian bawah, serta vena pulmonari yang berfungsi membawa darah yang kaya O2 dari paru-paru.
Vena lebih mudah dilihat mata, karena vena berada berada di lapisan atas dekat dengan permukaan kulit dan berwarna kebiruan.Pembuluh ini dimulai dari pembuluh darah kapiler.Dari kapiler, darah memasuki venula. Pembuluh-pebuluh venula akan bergabung menuju pembuluh vena. Berdasarkan aliran darahnya, ada dua macam pembuluh darah berikut.
1)     Pembuluh darah yang meninggalkan jantung terdiri atas arteri, arteriola, dan kapiler.
2)     Pembuluh darah yang masuk ke jantung terdiri atas vena dan venula.
Adapun perbedaan antara arteri dan vena dapat dilihat pada table berikut.
No.PerbedaanArteriVena
1.
2.
3.
4.
5.
Dinding
Katup
Letak
Tekanan
Arah aliran darah
Tebal dan elastis
Satu, terdapat pada pangkal aorla
Di bagian dalam tubuh
Kuat, jika terpotong darah memancar
Keluar dari jantung
Tipis dan kurang elastis
Banyak, terdapat sepanjang vena
Di permukaan tubuh
Lemah, jika terpotong darah menetes
Masuk jantung

Penyakit dan Gangguan pada Pembuluh Darah
  1. Hipertensi
Hipertensi diakibatkan oleh tekanan darah yang tinggi di dalam arteri.Hipertensi terjadi bila nilai ambang tekanan sistolik antara 140-200 mmHg atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastolik antara 90-110 mmHg atau lebih.Gejala hipertensi yaitu sakit kepala, napas pendek, dan penglihatan kabur.Penyebab penyakit ini berkaitan dengan umur, kegemukan, dan keturunan. Kondisi hipertensi memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikontrol melalui pola hidup yang sehat, contoh tidak merokok, tidak minum minuman berakohol, diet rendah garam dan lemak, olahraga secara teratur, serta istirahat apabila lelah atau tegang.
  1. Varises
Varises merupakan pelebaran pembuluh balik (vena).Biasanya terjadi di kaki terutama di bagian betis.Sementara itu, varises yang terjadi di sekitar anus disebut ambeien.Varises dan ambeien terjadi karena katup-katup pada pembuluh balik tidak dapat menutup dengan sempurna dan lemahnya dinding pembuluh darah.Varises atau ambeien yang sudah parah, perlu ditangani melalui operasi.Hindari berdiri atau duduk yang terlalu lama agar tidak mengalami varises.Hindari mengejan buang air besar dan perbanyaklah mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran untuk mencegah ambeien.
  1. Sklerosis
Arteri mempunyai sifat elastis.Oleh karena itu, ketika tekanan darah dalam keadaan maksimum, arteri mengembang untuk mengimbangi tekanan darah. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, dinding arteri kehilangan elasitisitasnya karena adanya penimbunan zat kapur. Keadaan ini disebut arteriosclerosis.Hilangnya elastisitas juga terjadi karena adanya penumpukan kolesterol.Keadaan ini disebut atherosclerosis.
Arteriosklerosis dan artheosklerosis akan mempengaruhi volume darah yang mengalir dan jumlah oksigen yang disebarkan. Arteriosklerosis dan artheosklerosis dapat mengakibatkan hal-hal berikut.
  1. Kekurangan oksigen pada organ-organ tertentu. Jika kekurangan oksigen terjadi pada jantung maka sebagian otot jantung akan mati dan mempengaruhi kerja jantung.
  2. Meningkatkanya tekanan darah secara keseluruhan. Jika mencapai tingkat tertentu, tekanan darah yang tinggi mengakibatkan pecahnya kapiler darah. Jika kapiler darah yang pecah tersebut terjadi di otak, sebagian sel otak akan mengalami gangguan akibat dari pasokan udara dan glukosa yang terhambat. Selanjutnya dapat terjadi stroke.
  3. Penumpukan lemak di arteri koroner dapat menghambat alira sel-sel darah. Akibatnya akan memicu pembekuan darah. Pembekuan darah di arteri koroner disebut jantung koroner.

Mekanisme Peredaran Darah
Saat jantung berkontraksi, atrium dan ventrikel  mengembang serta menguncup secara bergantian. Apabila atrium mengambang, jantung mengisap darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh balik (vena kava superior dan vena kava inferior).Darah yang diisap ini masuk ke atrium kanan dan darah dari vena pulmonary yang mengandung banyak oksigen masuk ke atrium kiri.
Apabila atrium menguncup maka ventrikel mengembang dan darah mengalir dari atrium ke ventrikel.Ventrikel merupakan bagian jantung yang berfungsi memompa darah meninggalkan jantung.
Saat ventrikel menguncup, darah yang mengancung banyak oksigen dipompa dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh melalui aorta, sedangkan darah yang kaya CO2 dipompa dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri pulmonari.Setelah darah terpompa keluar, otot ventrikel mengendur danb menagalami relaksasi.

  1. B.     Peredaran Darah pada Hewan
Semua hewan mempunyai sistem peredaran yang berfungsi membawa cairan ke seluruh tubuh.Cairan yang diedarkan ada dua macam, yaitu darah dari hemolimfa.Darah selalu mengalir dalam pembuluh darah dan hemolimfa mengalir ke dalam rongga tubuh yang disebut hemocoel.Hemolimfa merupakan campuran darah dan cairan interstitii.
Berdasarkan tempat mengalirnya, sistem peredaran darah pada hewan dibedakan menjadi dua, yaitu sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.
  1. 1.      Sistem Peredaran Darah Terbuka
Pada sistem ini darah dan cairan lainnya tidak selalu diedarkan melalui pembuluh darah.Pada saat tertentu darah meninggalkan pembuluh darah, langsung beredar di dalam rongga-rongga tubuh dan akhirnya kembali lagi ke dalam pembuluh.Berikut beberapa hewan yang mempunyai sistem peredaran darah terbuka.
  1. Udang
Mula-mula darah dipompa dari jantung melalui pembuluh darah menuju bagian bawah tubuh, seperti bagian kaki.Darah dari bagian kaki mengalir menuju insang bagian kiri dan kanan tanpa melaluipembuluh.Di insang, darah mengikat O2 dan kemudian kembali ke jantung.
  1. Molllusca
Alat sirkulasi darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana.Jantung siput terdiri atas atrium dan ventrikel, terletak di dalam rongga perikardi.Sirkulasi darah pada siput siput diawali dengan darah dipompa dari jantung mengalir melalui sinus menuju jaringan tubuh.Dari jaringan tubuh, darah kembali lagi ke jantung.
  1. Serangga
Sistem peredaran darah serangga hanya terdiri atas sebuah pembuluh yang memanjang dan terletak membuju di atas saluran makanan.Sistem peredaran darah serangga tidak mengangkut O2 dan CO2karenadarah belalang tidak mengandung hemoglobin tetapi mengandung hemosianin.Oksigen diedarkan ke sel-sel tubuh dengan bantuan saluran udara (trakea).
Bagian belakang pembuluh terdiri atas beberapa gelembung yang disebut jantung pembuluh.Jantung pembuluh yang paling belakang tertutup.Bagian depan pembuluh merupakan aorta yang ujungnya terbuka. Jantung pembuluh mempunyai pori-pori (ostium) yang halus dan berdenyut.Darah dari jaringan tubuh dapat kembali ke dalam jantung pembuluh melalui pori-pori (ostium). Jantung pembuluh dapat berdenyut sehingga darah terpompa mengali menuju ke depan melalui aorta. Selanjutnya, darah dikeluarkan dari aorta kemudian masuk ke dalam jaringan-jaringan tubuh.Darah langsung beredar ke seluruh tubuh karena belalang tidak memiliki pembuluh kapiler.Darah serangga berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan serta mengambil hasil buangan metabolisme.

  1. 2.      Sistem Peredaran Darah Tertutup
Pada sistem peredaran darah tertutup darah mengali ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh.Berikut beberapa hewan yang mempunyai sistem peredaran darah tertutup.
  1. a.      Cacing Tanah
Cacing tanah memiliki sistem peredaran darah tertutup yang sederhana karena darah tidak pernah keluar dari pembuluh darah.Darah cacing tanah mengandung hemoglobin yang terlarut dalam plasma darah.Hemoglobin berfungsi mengangkut O2.
Terdapat tiga pembuluh darah pada cacing tanah, yaitu pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut, dan pembuluh darah samping dengan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung.
Dinding kulit cacing tanah sangat tipis sehingga mampu mengabsorpsi oksigen masuk ke dalam kapiler sampai ke pembuluh darah punggung.Darah di dalam pembuluh darah punggung mengalir dari belakang menuju ke arah kepala dan mengalir menuju pembuluh darah perut melalui lengkung aorta yang letaknya di dalam. Di dalam pembuluh perut, darah mengalir dari depan menuju ke belakang karena adanya denyut dari lima pasang lengkung aorta.
  1. b.      Ikan
Ikan memiliki jantung yang terbagi menjadi dua ruangan, yaitu atrium dan ventrikel.Serambi dinding berdinding tipis, sedangkan bilik berdinding tebal.Di antara serambi dan bilik terdapat sebuah katup. Dari jantung, darah akan keluar melalui aorta ventral kemudian mengalir ke insang. Di dalam insang, aorta bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh yang lebih kecil lagi dan akhirnya menjadi pembuluh-pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler akan melepaskan CO2 ke dalam air dan mengambil O2dari dalam air. Dari pembuluh kapiler pada insang, darah akan mengalir menuju pembuluh-pembuluj kapiler di seluruh tubuh. Selanjutnya, darah mengikat CO2 jaringan kemudian kembali menuju jantung melalui vena.Dalam satu kali peredaran, darah hanya satu kali beredar melalui jantung sehingga sistem peredaran darah pada ikan disebut sistem peredaran darah tunggal.
  1. c.       Katak
Jantung katak terdiri atas dua buah serambi yang berdinding tipis dan sebuah bilik. Darah yang mengandung banyak O2 dari paru-paru masuk ke serambi kiri, sedangkan darah yang banyak mengandung CO2 dari jaringan tubuh akan masuk melalui serambi kanan. Dari serambi, darah masuk ke bilik sehingga terjadi percampuran antara darah yang mengandung O2 dan CO2. Dari bilik darah akan dimpompa keluar menuju aorta. Aorta yang keluar dari bilik bercabang menjadi dua lengkung aorta, yaitu lengkung aorta kanan dan lengkung aorta kiri.
Masing-masing lengkung aorta bercabang menjadi tiga, yaitu cabang yang menuju kepala, cabang yang membentuk arteri utama dan bercabang-cabang lagi menuju organ tubuh, serta cabang yang menuju ke paru-paru dan kulit. Di paru-paru dan kulit darah melepaskan CO2 dan mengambil O2 yang akhirnya akan dikirim kembali menuju serambi kiri melalui pembuluh balik paru-paru.
  1. d.      Reptil
Gambar jantung aorta katak dan diagram sistem sirkulasi pada katak.
Reptil mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruangan.Antara bilik kanan dan bilik kiri dibatasi oleh sekat yang belum sempurna sehingga dapat terjadi percampuran darah.Khusus pada jantung buaya, pada sekat antara ventrikel terdapat lubang kecil yang disebut foramen panizzae yang berfungsi sebagai berikut.
  1. Memungkinkan distribusi oksigen yang cukup ke alat pencernaan.
  2. Memelihara keseimbangan tekanan cairan di dalam jantung pada waktu menyelam.
Sistem peredaran darah pada reptil terdiri atas aorta dan pembuluh nadi paru-paru.Pada kadal terdapat dua aorta, yaitu aorta kanan dan aorta kiri.Aorta kanan keluar dari bilik kiri yang membawa darah kaya O2 menuju ke seluruh tubuh.Aorta kiri berasal dari suatu tempat antara bilik kanan dan bilik kiri karena membawa darah yang mengancung O2 dan CO2 menuju ke seluruh tubuh bagian belakang.Kedua aorta bersatu membentuk arteri utama yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Darah yang berasal dari seluruh tubuh akan kembali ke jantung melalui serambi kanan. Pembuluh nadi paru-paru keluar dari bilik kanan yang mengangkut darah yang kaya CO2.Di paru-paru, darah melepaskan CO2 dan mengambil O2. Darah dari paru-paru yang kaya O2akan menuju jantung melalui serambi kiri. Jadi, sistem peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah ganda.
  1. e.      Aves
Aves memiliki sistem peredaran darah ganda, contoh burung.Jantung burung terdiri atas empat ruang yaitu dua serambi dan dua bilik.Sekat antara vertikel kanan dan kiri sudah sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah.
Pada mulanya darah beredar masuk ke jantung melalui serambi kanan dan mengalir ke bilik. Selanjutnya, bilik akan memompa darah keluar jantung menuju paru-paru. Darah akan melepas CO2melalui kapiler dan menyerap O2. Selanjutnya, darah melalui vena pulmonari menuju atrium kiri dan diteruskan ke bilik. Setelah itu, darah akan diedarkan ke seluruh tubuh.

Tugas
  1. Membuat tabel perbedaan sistem peredaran darah pada udang, Mollusca, serangga, cacing, dan hewan Vertebrata.
  2. Membuat bagan/alur peredaran darah pada udang, Mollusca, serangga, cacing, dan hewan Vertebrata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar