BAB
I
PEMBAHASAN
TUJUAN PENDIDIKAN
Menurut
Ki Hajar Dewantara yang di kutip oleh Sebastian Fedi, tujuan dari pendidikan
adalah penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia
(humanisasi). Penguasaan diri merupakan langkah yang dituju untuk tercapainya
pendidikan yang memanusiawikan manusia. Ketika peserta didik mampu menguasai
dirinya, maka mereka akan mampu untuk menentukan sikapnya. Dengan demikian akan
tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa. Beliau juga menunjukkan bahwa tujuan diselenggarakannya
pendidikan adalah membantu peserta didik menjadi manusia yang merdeka. Menjadi
manusia yang merdeka berarti tidak hidup terperintah, berdiri tegak dengan
kekuatan sendiri, dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Dengan kata lain,
pendidikan menjadikan seseorang mudah diatur, tetapi tidak dapat disetir.
Dalam
UU Pasal 3 BAB II No 20 Tahun 2003 tentang dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan
nasional dijelaska bahwa pendidiksn nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sesuai dengan tujuan pendidikan
nasional, maka Pendidikan
menengah kejuruan (SMK) memiliki tujuan yang sama tetapi memiliki karakteristik
yang berbeda dengan satuan pendidikan lainnya. Perbedaan tersebut dapat dikaji
dari tujuan pendidikan, substansi pelajaran, tuntutan pendidikan dan
lulusannya. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk
hidup mandiri melalui :
- Mewujudkan
Lembaga Pendidikan Kejuruan yang akuntabel sebagai Pusar Pembudayaan
Kompetensi Berstandar Nasional,
- Mendidik
Sumber Daya Manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi berstandar
internasional,
- Memberikan
berbagai layanan Pendidikan Kejuruan yang permeabel dan fleksibel secara
terintegrasi antara jalur dan jenjang pendidikan,
- Memperluas
layanan dan pemerataan mutu pendidikan kejuruan,
- Mengangkat
keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa.
Pendidikan Menengah
Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan: meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Sesuai
dengan tujuan sekolah menengah kejuruan (SMK), maka standar lulusanya adalah
sebagai berikut :
1.
Berprilaku
sesuai dengan ajaran agama yang di anut sesuai perkembangan remaja.
2.
Mengembangkan
diri secara optimal dengan memanpaatkan kelebihan sendiri serta memperbaiki
kekurangannya.
3.
Menunjukan
sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas prikaku, perbuatan, dan
pekerjaannya.
4.
Berpartisipasi dalam penegakan
aturan-aturan sosial.
5.
Menghargai keberagaman agama, bangsa,
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.
6.
Membangun dan menerapkan informasi dan
pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
7.
Menunjukkan kemampuan berpikir logis,
kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
8.
Menunjukkan kemampuan mengembangkan
budaya belajar untuk pemberdayaan diri.
9.
Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif
untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
10.
Menunjukkan kemampuan menganalisis dan
memecahkan masalah kompleks.
11.
Menunjukkan kemampuan menganalisis
gejala alam dan sosial.
12.
Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab.
13.
Berpartisipasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
14.
Mengekspresikan
diri melalui kegiatan seni dan budaya.
15.
Mengapresiasi
karya seni dan budaya.
16.
Menghasilkan
karya kreatif, baik individual maupun kelompok.
17.
Menjaga kesehatan
dan keamanan diri,
kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan.
18.
Berkomunikasi
lisan dan tulisan secara efektif dan santun.
19.
Memahami hak
dan kewajiban diri
dan orang lain
dalam pergaulan di masyarakat.
20.
Menghargai
adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.
21.
Menunjukkan keterampilan membaca
dan menulis naskah
secara sistematis dan estetis.
22.
Menunjukkan
keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia
dan Inggris.
23.
Menguasai
kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan
dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya.
Mengingat
sekolah menengah kejuruan (SMK) mempunyai visi untuk menjadikan peserta didik
yang kreatif dan inopatif dan mampu untuk terjun langsung ke dunia kerja sesuai
dengan keahliannya, maka sekolah menengah kejuruan (SMK) haruslah memiliki
tenaga pengajar yang propesional di bidangnya. Selain itu tenaga pengajar harus
memiliki strategi dan metode yang sesuai dengan kapabilitas siswanya. Karena hal
ini sangat penting dan jika hal ini tidak di perhatikan maka visi SMK tidak
akan terwujud.
Metode
yang baik untuk mata pelajaran ini adalah metode demonstrasi
Ø Pengertian
Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu
strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui
perbuatan melihat dan mendengarkan diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah, metode
demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses
atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
Metode demonstrasi merupakan suatu
sumber metode mengajar dimana seorang guru, orang luar atau manusia sumber yang
sengaja diminta atau anak menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya, tiruan
(wakil dari benda asli) atau suatu proses, misalnya bagaimana membuat peta
timbul, bagaimana cata menggunakan kamera dengan hasil yang baik dan
sebagainya.
Ø Tujuan
dan Manfaat Metode Demonstrasi
·
Manfaat Metode Demonstrasi
Manfaat
psikologis pedagogis dari metode demonstrasi secara umum adalah :
a. Perhatian
anak dapat lebih dipusatkan
b. Proses
belajar anak lebih terarah pada materi yang sedang dipelahari.
c. Pengalaman
dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri anak
Di
samping itu, metode demonstrasi memiliki 2 fungsi, yaitu :
a. Dapat
dipergunakan untuk memberikan ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada
anak.
b. Membantu
meningkatkan daya pikir anak usia dini
terutama daya pikir dalam anak dalam meningkatkan kemampuan mengenal,
mengingat, berpikir konvergen dan berpikir evaluatif.
Metode demonstrasi memberikan
kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal
itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu terjadi.
Ø Tujuan
Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan satu wahana
untuk memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan yang
diharapkan dengan lebih baik. Tujuan metode demonstrasi adalah peniruan terhadap
model yang dapat dilakukan dan memberikan pengalaman belajar melalui
penglihatan dan pendengaran.
Ø Rancangan
Kegiatan Demonstrasi
Secara
umum persiapan yang perlu dilakukan guru dalam merancang kegiatan demonstrasi
adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan
tujuan dan tema kegiatan demonstrasi
Dalam menetapkan tujuan
demonstrasi guru mengidentifikasikan perbuatan-perbuatan apa yang akan
diajarkan kepada anak dalam pernyataan-pernyataan yang spesifik dan operasional
(teknis). Dalam menetapkan tema yang harus diperhatikan guru adalah tema yang
dekat dengan kehidupan anak, menarik dan menantang aktivitas belajar anak.
2. Menetapkan
bentuk demonstrasi yang dipilih
Sebelum menetapkan
kegiatan, guru menentukan bentuk demonstrasi, misalnya dengan cara penjelasan,
sosiodrama atau cara lainnya
3. Menetapkan
bahan dan alat yang diperlukan
Ada
dua jenis bahan dan alat yang dibutuhkan yaitu :
a. Bahan
dan alat yang diperlukan oleh guru untuk mendemonstrasikan sesuatu.
b. Bahan
dan alat yang diperlukan anak untuk menirukan
contoh yang dilakukan guru.
4. Menetapkan
langkah kegiatan demonstrasi
Langkah-langkah ini
bersifat fleksibel tergantung jenis kegiatan.
5. Menetapkan
penilaian kegiatan demonstrasi
SISTEM AIR CONDITIONET
System
AC adalah suatu rangkaian peralatan
(komponen) yang berpungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin adar
penumpang merasa segar dan nyaman.
Seperti
yang di jelaskan di atas tentang pengertian metode demontrasi, metode ini
sangat cocok untuk mata pelajaran produktif sepertimata plajaran ini. Memgapa demikian
hal ini karena system AC tidak tidak bisa di jelaskan dengan materi saja
melainkan harus dengan praktek, dan metode yang bagus untuk proses pembelajaran
pratek adalah metode demontrasi maka saya memilih metode ini untuk mensukseskan
proses pembelajaran mata plajaran ini. Berikut cara penerapanya :
PENERAPAN
METODE DEMONTRASI TERHADAP MATA PELAJARAN SISTEM AC
Sistem
air conditioner (AC) sebagai bagian dari mata pelajaran produktif jurusan
teknik kendaraan ringan (TKR).
pelakasanaan pembelajarannya harus dilkukan di
bengkel dengan fasilitas praktek sebagai mana yang dibutuhkan untuk memberikan
bekal teori yang membicarakan
masalah-masalah yang berkaitan dengan pengetahuan sistem AC (aspek koqnitif),
memberikan bekal disiplin diri, sikap positif terhadap alat dan lingkungan,
percaya diri, serta menjungjun tinggi keselamatan kerja (aspek afektif) dan
kemampuan psikomotor.
Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan system AC sebagai Program pembelajaran bagian
dari SMKN 1 PANGANDARAN memiliki tanggung jawab dan kewajiban mendidik siswanya
agar memiliki kompetensi profesional dan kompetensi sosial seperti yang
tertuang dalam UU No 20 Thaun 2003 tentang tujuan pendidikan nasional dan
tujuan SMK.
Oleh
karena itu untuk mendukung kesuksesan dan kelancaran dari pembelajaran system
AC memerlukan tenaga pengajar yang handal di bidangnya selain itu harus di
bantu dengan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa. Hal ini
dilakukan untuk mempermudah para siswa untuk menguasai mata pelajaran ini. Maka
saya mengambil metode demonstrasi untuk proses pembelajaran system AC ini.
Metode ini di pilih karena menurut saya cukup epektif dan memudahkan para siswa
dalam menguasai mata pelajaran ini.
Penerapan
metode demontrasi terhadap mata pelajaran system AC terbilang mudah karena mata
pelajaran ini di tuntut untuk mampu mengetahui komponen-komponen yang terdapat
dalam system AC dan mampu menganalisis kerusakannya sekaligus mampu
memperbaikinya, Maka guru akan mengenalkan semua komponen yang terdapat di
dalam system AC dan menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen tersebut.
Ketika
siswa sudah mengetahui setiap fungsi dari mansing-masing komponen system AC,
guru akan menjelaskan urutan rangkaian system AC dan carakerjanya. Disinilah
awal mula siswa di tuntut untuk mampu menerti bagaimana system ac bekerja dan
harus bisa menyimpulkanya. Jika siswa sudah mengerti dan menguasai semua materi
yang telah di berikan maka guru akan mengadakan epaluasi melalui ujian praktek
untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang ia sampaikan.
BAB II
SIMPULAN
Demonstrasi merupakan satu wahana untuk
memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan yang
diharapkan dengan lebih baik. Tujuan metode demonstrasi adalah peniruan
terhadap model yang dapat dilakukan dan memberikan pengalaman belajar melalui
penglihatan dan pendengaran.
Metode ini sangan bagus di terapkan
pada proses pembelajaran praktek karena siswa dengan indra pendengaran dan
indra penglihatan siswa akan lebigh mudah mengerti tentang apa yang di
sampaikan gurunya dan guru pun akan lebih mudah menyampaikan materi
pembelajarannya.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar