rima irnawati

rima irnawati

Kamis, 30 April 2015

BAB I
PEMBAHASAN
TUJUAN PENDIDIKAN
Menurut Ki Hajar Dewantara yang di kutip oleh Sebastian Fedi, tujuan dari pendidikan adalah penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia (humanisasi). Penguasaan diri merupakan langkah yang dituju untuk tercapainya pendidikan yang memanusiawikan manusia. Ketika peserta didik mampu menguasai dirinya, maka mereka akan mampu untuk menentukan sikapnya. Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa. Beliau juga menunjukkan bahwa tujuan diselenggarakannya pendidikan adalah membantu peserta didik menjadi manusia yang merdeka. Menjadi manusia yang merdeka berarti tidak hidup terperintah, berdiri tegak dengan kekuatan sendiri, dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Dengan kata lain, pendidikan menjadikan seseorang mudah diatur, tetapi tidak dapat disetir.
Dalam UU Pasal 3 BAB II No 20 Tahun 2003 tentang dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional dijelaska bahwa pendidiksn nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, maka Pendidikan menengah kejuruan (SMK) memiliki tujuan yang sama tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dengan satuan pendidikan lainnya. Perbedaan tersebut dapat dikaji dari tujuan pendidikan, substansi pelajaran, tuntutan pendidikan dan lulusannya. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri melalui :
  1. Mewujudkan Lembaga Pendidikan Kejuruan yang akuntabel sebagai Pusar Pembudayaan Kompetensi Berstandar Nasional,
  2. Mendidik Sumber Daya Manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi berstandar internasional,
  3. Memberikan berbagai layanan Pendidikan Kejuruan yang permeabel dan fleksibel secara terintegrasi antara jalur dan jenjang pendidikan,
  4. Memperluas layanan dan pemerataan mutu pendidikan kejuruan,
  5. Mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa.
Pendidikan  Menengah  Kejuruan yang  terdiri  atas SMK/MAK bertujuan: meningkatkan  kecerdasan,  pengetahuan,  kepribadian,  akhlak  mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Sesuai dengan tujuan sekolah menengah kejuruan (SMK), maka standar lulusanya adalah sebagai berikut :
1.      Berprilaku sesuai dengan ajaran agama yang di anut sesuai perkembangan remaja.
2.      Mengembangkan diri secara optimal dengan memanpaatkan kelebihan sendiri serta memperbaiki kekurangannya.
3.      Menunjukan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas prikaku, perbuatan, dan pekerjaannya.
4.      Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
5.      Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.
6.      Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
7.      Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
8.      Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri.
9.      Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
10.  Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks.
11.  Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial.
12.   Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
13.  Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
14.  Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
15.  Mengapresiasi karya seni dan budaya.
16.  Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok.
17.  Menjaga   kesehatan   dan   keamanan   diri,   kebugaran   jasmani,   serta kebersihan lingkungan.
18.  Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun.
19.  Memahami  hak  dan  kewajiban  diri  dan  orang  lain  dalam  pergaulan  di masyarakat.
20.  Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.
21.  Menunjukkan    keterampilan    membaca    dan    menulis    naskah    secara sistematis dan estetis.
22.  Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
23.  Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya.
Mengingat sekolah menengah kejuruan (SMK) mempunyai visi untuk menjadikan peserta didik yang kreatif dan inopatif dan mampu untuk terjun langsung ke dunia kerja sesuai dengan keahliannya, maka sekolah menengah kejuruan (SMK) haruslah memiliki tenaga pengajar yang propesional di bidangnya. Selain itu tenaga pengajar harus memiliki strategi dan metode yang sesuai dengan kapabilitas siswanya. Karena hal ini sangat penting dan jika hal ini tidak di perhatikan maka visi SMK tidak akan terwujud.
Metode yang baik untuk mata pelajaran ini adalah metode demonstrasi
Ø  Pengertian Metode Demonstrasi
         Metode demonstrasi adalah suatu strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan melihat dan mendengarkan diikuti dengan  meniru pekerjaan yang didemonstrasikan.
         Menurut Syaiful Bahri Djamarah, metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
         Metode demonstrasi merupakan suatu sumber metode mengajar dimana seorang guru, orang luar atau manusia sumber yang sengaja diminta atau anak menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya, tiruan (wakil dari benda asli) atau suatu proses, misalnya bagaimana membuat peta timbul, bagaimana cata menggunakan kamera dengan hasil yang baik dan sebagainya.
Ø  Tujuan dan Manfaat Metode Demonstrasi
·         Manfaat Metode Demonstrasi
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi secara umum adalah :
a.       Perhatian anak dapat lebih dipusatkan
b.      Proses belajar anak lebih terarah pada materi yang sedang dipelahari.
c.       Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri anak
Di samping itu, metode demonstrasi memiliki 2 fungsi, yaitu :
a.       Dapat dipergunakan untuk memberikan ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak.
b.      Membantu meningkatkan daya pikir  anak usia dini terutama daya pikir dalam anak dalam meningkatkan kemampuan mengenal, mengingat, berpikir konvergen dan berpikir evaluatif.
          Metode demonstrasi memberikan kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu terjadi.
Ø  Tujuan Metode Demonstrasi
          Demonstrasi merupakan satu wahana untuk memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan yang diharapkan dengan lebih baik. Tujuan metode demonstrasi adalah peniruan terhadap model yang dapat dilakukan dan memberikan pengalaman belajar melalui penglihatan dan pendengaran.
Ø  Rancangan Kegiatan Demonstrasi
Secara umum persiapan yang perlu dilakukan guru dalam merancang kegiatan demonstrasi adalah sebagai berikut :
1.      Menetapkan tujuan dan tema kegiatan demonstrasi
Dalam menetapkan tujuan demonstrasi guru mengidentifikasikan perbuatan-perbuatan apa yang akan diajarkan kepada anak dalam pernyataan-pernyataan yang spesifik dan operasional (teknis). Dalam menetapkan tema yang harus diperhatikan guru adalah tema yang dekat dengan kehidupan anak, menarik dan menantang aktivitas belajar anak.
2.      Menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih
Sebelum menetapkan kegiatan, guru menentukan bentuk demonstrasi, misalnya dengan cara penjelasan, sosiodrama atau cara lainnya
3.      Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan
Ada dua jenis bahan dan alat yang dibutuhkan yaitu :
a.       Bahan dan alat yang diperlukan oleh guru untuk mendemonstrasikan sesuatu.
b.      Bahan dan alat yang diperlukan anak untuk menirukan  contoh yang dilakukan guru.
4.      Menetapkan langkah kegiatan demonstrasi
Langkah-langkah ini bersifat fleksibel tergantung jenis kegiatan.
5.      Menetapkan penilaian kegiatan demonstrasi

       SISTEM AIR CONDITIONET
System AC adalah suatu rangkaian peralatan  (komponen) yang berpungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin adar penumpang merasa segar dan nyaman.
Seperti yang di jelaskan di atas tentang pengertian metode demontrasi, metode ini sangat cocok untuk mata pelajaran produktif sepertimata plajaran ini. Memgapa demikian hal ini karena system AC tidak tidak bisa di jelaskan dengan materi saja melainkan harus dengan praktek, dan metode yang bagus untuk proses pembelajaran pratek adalah metode demontrasi maka saya memilih metode ini untuk mensukseskan proses pembelajaran mata plajaran ini. Berikut cara penerapanya :
PENERAPAN METODE DEMONTRASI TERHADAP MATA PELAJARAN SISTEM AC
Sistem air conditioner (AC) sebagai bagian dari mata pelajaran produktif jurusan teknik kendaraan ringan (TKR).
pelakasanaan pembelajarannya harus dilkukan di bengkel dengan fasilitas praktek sebagai mana yang dibutuhkan untuk memberikan bekal teori  yang membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengetahuan sistem AC (aspek koqnitif), memberikan bekal disiplin diri, sikap positif terhadap alat dan lingkungan, percaya diri, serta menjungjun tinggi keselamatan kerja (aspek afektif) dan kemampuan psikomotor.
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan system AC sebagai Program pembelajaran bagian dari SMKN 1 PANGANDARAN memiliki tanggung jawab dan kewajiban mendidik siswanya agar memiliki kompetensi profesional dan kompetensi sosial seperti yang tertuang dalam UU No 20 Thaun 2003 tentang tujuan pendidikan nasional dan tujuan SMK.
Oleh karena itu untuk mendukung kesuksesan dan kelancaran dari pembelajaran system AC memerlukan tenaga pengajar yang handal di bidangnya selain itu harus di bantu dengan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa. Hal ini dilakukan untuk mempermudah para siswa untuk menguasai mata pelajaran ini. Maka saya mengambil metode demonstrasi untuk proses pembelajaran system AC ini. Metode ini di pilih karena menurut saya cukup epektif dan memudahkan para siswa dalam menguasai mata pelajaran ini.
Penerapan metode demontrasi terhadap mata pelajaran system AC terbilang mudah karena mata pelajaran ini di tuntut untuk mampu mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam system AC dan mampu menganalisis kerusakannya sekaligus mampu memperbaikinya, Maka guru akan mengenalkan semua komponen yang terdapat di dalam system AC dan menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen tersebut.
Ketika siswa sudah mengetahui setiap fungsi dari mansing-masing komponen system AC, guru akan menjelaskan urutan rangkaian system AC dan carakerjanya. Disinilah awal mula siswa di tuntut untuk mampu menerti bagaimana system ac bekerja dan harus bisa menyimpulkanya. Jika siswa sudah mengerti dan menguasai semua materi yang telah di berikan maka guru akan mengadakan epaluasi melalui ujian praktek untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang ia sampaikan.









BAB II
SIMPULAN
        Demonstrasi merupakan satu wahana untuk memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai kemampuan yang diharapkan dengan lebih baik. Tujuan metode demonstrasi adalah peniruan terhadap model yang dapat dilakukan dan memberikan pengalaman belajar melalui penglihatan dan pendengaran.
         Metode ini sangan bagus di terapkan pada proses pembelajaran praktek karena siswa dengan indra pendengaran dan indra penglihatan siswa akan lebigh mudah mengerti tentang apa yang di sampaikan gurunya dan guru pun akan lebih mudah menyampaikan materi pembelajarannya.






DAFTAR  PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar